Kemarin siang (8 Mei 2009), aku, Ivanty, Lia, dan Mellisa bersama-sama menjenguk Pak Kusmardiyo yang kerap dipanggil Pak Kus di ruang ICU di RS Telogorejo, Semarang. Setelah bertemu dengan anak Pak Kus, kami diperbolehkan masuk hanya berdua-dua. Aku dan Ivanty masuk pertama dan langsung ke tempat tidur paling pojok.
Yang aku lihat adalah Pak Kus yang tidak sadar dengan kedua tangan diikat di sisi tempat tidur agar tidak terus bergerak. Selama aku dan Ivanty di dekat Pak Kus, yang bisa dikatakan hanya, “Bu e… bu e….” Pak Kus terus menerus memanggil istrinya.
Ini adalah ketiga kalinya Pak Kus tidak mengajar kami. Beliau menderita pembengkakan jantung. Pak Kus adalah guru Bahasa Jawa dan Bahasa Indonesia di SMP PL Domenico Savio. Tubuh Pak Kus bisa digolongkan tubuh yang cukup kurus.
Kami semua tidak menyangka dengan penyakit Pak Kus. Ketika mengajar, Pak Kus bercerita kalau beliau selalu sarapan dengan kentang rebus dan merupakan makanan yang sehat. Setiap hari ketika makan siang, Pak Kus selalu membawa bekalĀ dari rumah.
Kemarin siang ketika sedang tidur siang, aku ditelpon Ivanty yang mengabarkan Pak Kus sudah meninggal. Dan yang lebih mengagetkan adalah apa yang ingin disampaikan Pak Kus ketika dia memanggil istrinya di rumah sakit. Yang Pak Kus katakan adalah, bahwa beliau belum sempat membuat soal-soal latihan untuk kelas 9 akselerasi. Mungkin tiba-tiba Pak Kus teringat karena kedatangan kami berempat.
Namun semua itu tinggal kenangan. SELAMAT JALAN PAK KUS…
feliciaivanty berkata,
Mei 9, 2009 @ 10:37 am
terlalu menyedihkan utk diberitakan..
knp Pak Kus bgtu cepat..
setauku Pak Kus lumayan sehat..
agak aneh, blog mu yg penuh humor skrg berubah total.. tak ada lagi tawa skrg.membuat ku tersedak ketika mndpt kbr ini dan teriakanmu di kuping sungguh memekakkan..
tapi aku senang km punya ide menulis ttg Pak Kus di wp mu krn aku jg akan menulis sedikit tentangnya…………
komentar lain: Selamat Jalan Pak Kus……………………………………………………. aku sungguh tak mengira ini akan terjadi…………………………………………………….
aidylzhang berkata,
Mei 9, 2009 @ 10:58 am
Emang sih…
Pak Kus kan super sehat.
Selama 2 taon qt g tau kalo Pak Kus sakit parah kaya gt…
Kok g mau cerita y??
Q paling sedih tu pas km ngasih tau q kalo Pak Kus masih mikirin qt…
Rasane da rasa bersalah gt…